Act 1 Chapter 4(Death Battle Begin)
Setelah beberapa ketika mencari-cari tombol yang dapat membuka pintu tersebut, Ace akhirnya menyerah. Seketika membalikkan tubuhnya, dia mendapati sosok di kerusi tahta tersebut telah hilang. Ace menarik keluar pedangnya dan melihat sekeliling secara saksama dan berhati-hati, tiba-tiba terdengar suara diisi fikirannya. "Wahai penantang, siapa kau & apa kehendakmu!?" terdengar suara tersebut didalam fikirannya Ace. Ace sambil terhairan-hairan mencari sumber suara tersebut, melihat setiap sudut ruangan tersebut berharap menjumpai sosok tadi.
Ketika Ace masih kebingugan, terdengar sekali lagi suara tersebut. "Pekenalkan, aku Penguasa Kerajaan Wue yang Agung, Vin Lopis Grave Ⅷ." Seketika Ace teringat sebuah kisah yang diceritakan ibunya, tatkala suatu ketika dulu terdapat sebuah kerajaan yang sangat berkuasa. Kerajaan yang telah dipimpin oleh keluarga Haste selama ribuan tahun tapi tidak pernah runtuh kekuasaannya. "Sebuah kerajaan kuno!" Berkata Ace dalam hati. Ace kemudian memperkenalkan diri, menyatakan tujuannya dan berkeinginan untuk pergi.
Sosok itu kemudian menampakkan diri, Raja Lopis berada tepat dihadapan Ace melayang diudara. Ace yang tatkala tadi mencari-cari keberadaan sosok itu seketika menggetar ketakutan, aura yang cukup mencengkam terpancar dari Raja Lopis. Ace menggunakan magic light, (Brave Heart) untuk menangkal tekanan yang membebani dirinya. Ace pada awalnya ingin beranjak pergi sesegera mungkin, tapi dia mendapati satu-satunya cara untuk keluar dari tempat tersebut adalah dengan mengalahkan pemiliknya sekaligus menjadi pemilik baru.
Ace bertanyakan akan tempat tersebut kepada Raja Lopis, seketika Ace ingin mula mengucapkan sesuatu. Tubuhnya tertekan ketanah, menyebabkan dia berlutut tanpa kemahuannya sendiri. Raja Lopis mengucapkan bahawa Ace tidak layak bertanya kepadanya dengan nada sombong dan setara. Raja Lopis kemudian mengatakan bahawa tempat yang didatangi Ace adalah makam miliknya. Dia berkata bahawa makam ini dibina bertujuan menyimpan semua harta keluarga kerajaan. Setelah cukup lama bercakap, Raja Lopis kemudian melepaskan tekanan yang menekan Ace lalu mengajak Ace untuk menentangnya.
Ace yang mendapat kesempatan tersebut, langsung mengektifkan beberapa sihir. "Physical Improvement! Agility Booster! Heavy Blow!" Ace kemudian langsung menerjang Raja Lopis yang masih melayang diudara. Tanpa kesusahan Raja Lopis mengangkat tangannya, seketika membuat tanah berubah menjadi golem. Golem yang baru terbentuk itu terus menumbuk Ace dengan kuat sehingga tubuh Ace terbanting kesisi kiri dinding. Ace mengeluarkan darah dari mulutnya, ketika berusaha bangkit. Ace melihat senyuman di wajah Raja Lopis yang membuatnya merasa sangat marah.
Ace kemudian mengaktifkan sihir jarak jauh,"Fire Ball! Ice Spear!" Serangan demi serangan Ace lancarkan tanpa henti. Disekeliling Golem tertutupi asap punca serangannya, Ace berhenti menyerang. Ketika asap mula menghilang, alangkah terkejutnya Ace mendapati seranggannya tidak bererti sama sekali. Sekali lagi Ace melihat Raja Lopis senyum meremehkannya. Ace yang tidak terima dengan hinaan tersebut teringat akan teknik pedang ayahnya yang mampu membelah tasik. Tapi jumlah kekuatan yang diperlukan cukup besar, Ace mencari cara agar dapat mengecohkan Golem dan Raja Lopis. Ace kemudian memiliki idea untuk mengabungkan sihir tanah dan angin yang akan menghasilkan badai pasir, badai pasir tersebut pasti dapat memberhentikan pergerakan Golem.
Ace kemudian mengaktifkan sihir Strong Winds dan Ruined Land yang menimbulkan badai pasir yang cukup tebal, Ace mengarahkan serangan tersebut kearah musuhnya. Ace kemudian mengambil ancang-ancang untuk mengumpulkan kekuatan yang cukup sebelum melancarkan serangan pemungkasnya. Ace terus mengumpulkan tenaga sehingga sekujur pedang dilapisi aura biru keunguan. Seketika badai pasir mereda, Ace melancarkan serangan Soul Breaking Slash!
Tiada ulasan:
Catat Ulasan