Translate

Rabu, 10 Ogos 2022

Act 1 Chapter 3

 Act 1 Chapter 3(Demise)

   "Agh! Sial! Sialan! Monster tak guna!" Kesal Ace sambil menumbok tanah. Dia bangun lalu melihat sekeliling, Ace menggunakan sihir light lalu mula menelusuri lobang tersebut yang terhubung dengan gua tersebut. Dalam keadaan kesal, dia teringat kenangan bersama keluarganya. Dia teringat saat ayahnya mengajarkan dia teknik berpedang yang digelar Seni Pedang Froltri, saat ibunya mengajar dia membaca dan menulis sambil bersama-sama membeli keperluan harian, saat pakciknya membawakan ubat ketika dia jatuh sakit di musim sejuk dan mengajarkan sihir kepadanya. Tanpa sadar air mata membasahi pipinya. "Aku perlu cari tanaman ini segera, aku tak nak hilang lagi orang tersayang!" Bergumam Ace sambil menggenggam erat pedangnya.

   Dalam penulusuran, Ace melihat banyak tengkorak memenuhi seisi gua. Dalam perkiraannya, dia telah berjalan sekitar 30 minit tapi masih tak terlihat apa-apa. Ace terus berjalan sehingga dia melihat cahaya terang di hujung jalannya. Tanpa berfikir panjang dia berlari ke cahaya tersebut, Ace kemudian melihat ruangan tersebut dipenuhi dengan alat kimia dan bau yang menusuk deria baunya. Dia memakai pelitup muka yang telah disediakannya, menyelediki setiap sudut ruangan tersebut. Disudut paling hujung, Ace melihat sebuah kotak yang memancarkan aura yang sangat asing baginya. Ace mendekat ingin menghilangkan rasa penasarannya, dia membuka kotak tersebut dan mendapati terdapat sebuah buku. 

   "God's Greatest Dark Magic" Dibaca Ace judul buku tersebut. Ace ragu untuk mengambil buku tersebut, dia meletakkan buku tersebut kedalam kotak itu semula. Ace berbalik ingin menelusuri gua tersebut lebih dalam. Seketika melangkah maju, buku tersebut tiba-tiba hilang dari dalam kotak tanpa disadari Ace. Dia terhenti dan bersembunyi disisi tepi gua seketika melihat sekumpulan undead tingkat rendah memenuhi lorong yang terhubung dengan sebuah gerbang besar.

   Ace memeras otaknya agar dapat melepasi sekumpulan tengkorak tersebut, dia melihat kesebuah kawah yang menampung air hitam. Ace mendekat secara sembunyi-sembunyi, dia mendapati bahawa itu adalah Dark Water. "Bagus! Undead rendah tidak dapat mengenali orang yang dilumuri Dark Water." Ace mengambil Dark Water menumuri dirinya lalu berjalan menghampiri pintu gerbang tersebut. Ketika berada dihadapat pintu, dia mendapati terdapat mekanisme khusus untuk membuka pintu tersebut. Ace menelusuri setiap ukiran dipintu tersebut, membaca dan memahami konsep kunci pintu tersebut.

   Selang beberapa Jam kemudian, Ace berjaya memahami konsep kunci gerbang tersebut. Dia berjaya menempatkan setiap lubang dipintu tersebut dengan bentuk dan huruf yang tepat. Pintu tersebut terbuka dan semua undead seketika hancur menjadi abu. Ace melihat hal tersebut lalu masuk kedalam, dia melihat sesosok tengkorak duduk kerusi tahta dengan pedang di genggaman tangan kananya. Seketika Ace melangkah mendekati sosok tersebut, pintu gerbang tertutup. Ace terkejut mendapati dirinya terjebak didalam ruangan sambil melihat pintu tersebut. Ketika Ace sedang leka mencari cara keluar dari tempat tersebut, sosok tersebut bangkit dari tahtanya menantikan penantang yang ada didepannya.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Act 1 Chapter 4

 Act 1 Chapter 4(Death Battle Begin) Setelah beberapa ketika mencari-cari tombol yang dapat membuka pintu tersebut, Ace akhirnya menyerah. S...