Translate

Khamis, 28 Julai 2022

Act 1 Chapter 2

 Act 1- Chapter 2(Hope)

   Sadar dari pingsannya, Ace memapah dinging untuk bangun. Sebelum memulakan langkah Ace memegang kepalanya. Ace merasa sakit yang amat perit di sekitar kepalanya. Setelah beberapa minit, Ace mengambil langkah untuk turun dari tingkat dua rumahnya. Bergegas dengan niat ingin mencari penawar untuk ayahnya yang bekemungkinan telah terkena sebuah kutukan. Ace menuruni tangga perlahan, berjalan menuju pintu rumah untuk pergi ke hutan tempat penawar yang dicari berada. Sebelum keluar dari rumahnya, Ace mengambil semua keperluan untuk menjelajahi seisi hutan yang luas. Dia mengambil pedang, beg, baju penghangat, sarung tangan dan pelitup muka. Ace kemudian keluar dari rumah dengan tujuan mengobati ayahnya.

   Setelah berjalan beberapa ketika, Ace tiba di Hutan Grafi, Dia menulusuri hutan mencari tanaman yang dikatakan oleh pak ciknya. 1 meter semakin dan semakin dalam Ace berjalan mencari obat penawar tersebut. Tanpa disadarinya, dia telah berada di kedalaman hutan. Ace terkejut mengetahui dia telah berjalan hingga mencapai kedalaman hutan. Ace bergegas ingin kembali mengigat Hutan Grafi merupakan hutan yang berbahaya kerana di huni para monster di kedalaman hutan. Ace berlari menjauhi area hutan bahagian terdalam dengan harapan tidak menghadapi sebarang ancaman. Ace berlari sehingga terjumpa sebuah gua yang sangat besar, melihat bahawa gua tersebut tidak dihuni sama sekali oleh monster. Ace bertujuan untuk menginap didalamnya.

   Ketika dia mendekati gua tersebut, tiba-tiba dia terdengar bunyi yang sangat asing. Bunyi tersebut seperti sebuah jeritan yang sangat nyaring. Ace menutupi telinganya segera lalu menjauh dari gua tersebut, Ace membuka tangan yang menutupi telinganya dan mendapati darah keluar dari gegndang telinganya. "Sial!!" Kesal Ace dengan situasi tadi. "Aku kena cari tahu apa yang terjadi tadi!" Bertekad Ace mencari sumber bunyi tersebut, dia berjalan sekali lagi menghampiri gua tersebut.

   Alangkah terkejutnya Ace melihat mata yang sangat besar sedang melihat area di sekelilingnya. Ace bersembunyi di belakang pohon yang cukup besar agar terhindar dari penglihatan raksasa tersebut. 5 minit telah berlalu, tiada pergerakan dari monster tersebut. "Ada yang tak kena, kenapa tiada pergerakan sama sekali?!" Bertanya Ace kehairanan. Dia lalu keluar dari persembunyian, melihat mata tersebut sedang mengumpul energi dalam jumlah besar ingin menyerangnya. Ace yang melihat situasi tersebut sangat panik, mata besar tersebut kemudian menembakkan energi tersebut tepat diarah Ace berada. Ace bergegas menghindar dari serangan tersebut, dia melompat ke sebuah lobang disisi kirinya.

   "Ace!Ace! Ayah dalam bahaya" Menyahut ibu kepenikan sambil menaiki tangga. Ibu membuka pintu bilik Ace, melihat sekeliling mencari keberadaan Ace. "Ace! Mana kau pergi nak?!" Bertanya ibu dalam keadaan menitiskan Air mata. Ibu kemudian turun, mengambil pena bulu dan kertas lalu menulis pesan untuk Ace. "Ibu harap kau cepat pulang! Ayah dalam bahaya." Berkata ibu didalam hatinya.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Act 1 Chapter 4

 Act 1 Chapter 4(Death Battle Begin) Setelah beberapa ketika mencari-cari tombol yang dapat membuka pintu tersebut, Ace akhirnya menyerah. S...