Prolog-The Ireful Emperor
!!Ini adalah cerita fiksi semata tidak melibatkan yang masih hidup atau yang telah tiada, jika terdapat persamaan nama tempat, orang atau haiwan hanyalah kebetulan semata!!
"Bum!Bum!Bum!" suara auman kilat menggegarkan seisi dunia. Tapak kaki sang raja berjalan ke ruang tahta terdengar disepanjang koredor. Aura yang sangat kuat membuat dinding istana bergetar hebat. Suara pengumuman ketibaan dilaung dengan kuat,"Sambutlah Ketibaan Agung, Sang Penguasa! Ace Alexander!" Pintu gerbang dibuka, dia berjalan menuju kerusi tahta. Semua yang berada disitu melapak sembah ke Sang Penguasa. "Bangkitlah! Aku ingin mendengar laporan kalian" suara Ace terdengar lantang. Seorang bangsawan maju menghadap meminta memberi laporan. "Ampun,tuanku! Saya menghadap memberi laporan, Kawasan kekuasaan saya berada dalam sebuah krisis. Panen dikekuasaan saya berkurang dari tahun lalu, ekoran cuaca yang tidak mendukung. Patik mengharapkan buah fikiran tuanku untuk membantu patik." Ace tanpa berfikir panjang mengeluarkan sebuah titah. dengan mengangkat tangannya dia menarik dewa alam dari Alam Dravu. "Hei dewa Syawe! Bukankah aku sudah bertitah untuk tidak mengganggu wilayah kekuasaanku?!" Dalam keadaan ketakutan, Syawe, dewa Alam menjawab dengan cara memohon ampunan. Syawe mengatakan bahawa dia tidak akan pernah berani mengganggu kekuasaan Ace. Syawe mengatakan dia diperintah oleh dewa tertinggi, Xeos. Ace bangkit dari kerusi tahtanya, tekanan kuat meyembur keluar dari tubuhnya. Semua yang berada di ruangan menjadi tercekik kerana terganggunya alur sihir. Dalam keadaan terdesak, Jendrel Utama Kerajaan SYOR VRI, Afos memanggil Penguasa Magik & Pedang. "Wahai berkah magik & pedang sambut panggilan anakmu, Sang penguasa dalam keadaan marah!" Dalam sekejap, terlakar sihir kuno di depan Afos. Dari lingkaran tersebut keluar dua sosok, satu berjubah darah ungu dan satu berpedang bulan. Tanpa mengulur waktu, mereka menuju ke hadapan Ace lalu membuat perisai pengepung. Aura yang keluar dari Ace terkumpul di dalam perisai tersebut. Mereka langsung meminta Ace menenagkan diri dan menyuruhnya berjumpa secara langsung dengan Xeos di alam para dewa, Kroswot. Setelah sedkit tenang,Ace menghentikan auranya daripada terus menekan para bawahannya. Ace berjalan menuruni altar kerusi tahtanya diikuti dua master tersebut. Keluar dari ruanggan, Ace langsung teleport ke luar istana untuk menuju ke Kroswot, ketika berada diluar, Ace bertitah agar dua master pedang dan sihir kembali ke alam masing-masing agar dunia tidak jatuh ke keadaan malapetaka sekali lagi. Setelah mendengar titah tersebut mereka menundukkan kepala lalu beranjak pergi. Ace dengan sihinya menukar bajunya menjadi hitam keungguan dengan dikelilingi kabut, Dengan merapal sihir dia memanggil tangan kanannya beserta pembantunya. Ace kemudian memanggil tunggangannya, dengan sekali arahan Kros, tunggangannya melesat laju ke Kroswot.

Tiada ulasan:
Catat Ulasan